Menyusui

7 Langkah Sukses Power Pumping Saat Pasokan ASI Menurun

Ibu menyusui, pasti pernah merasakan saat-saat produksi ASI mulai menurun. Mengatasi masalah seperti ini, Bunda bisa melakukan teknik power pumping untuk meningkatkan produksi ASI. Namun, power pumping ini dilakukan di luar jadwal rutin Bunda memompa ASI.

Dikatakan dokter spesialis anak yang juga konselor laktasi, dr.Meta Hanindita, Sp.A(K), power pumping sebenarnya merupakan teknik meniru frekuensi menyusui bayi saat growth spurt atau masa-masa ketika bayi lebih sering menyusu.

“Selama masa ini, bayi akan lebih sering dan lebih lama menyusu sehingga meningkatkan keluarnya hormon prolaktin dari masa pituitari. Hal ini akan meningkatkan produksi ASI,” ujar Meta dalam bukunya Mommyclopedia: Tanya Jawab tentang Nutrisi di 1000 Hari Pertama Kehidupan Anak

Langkah yang Bunda perlu lakukan yakni memompa ASI selama 10 menit lalu beristirahatlah 10 menit. Ingat, memompa ASI ini harus dilakukan berulang kali, minimal dalam satu jam setiap hari selama tiga hari berturut-turut.

Namun, power pumping ini tidak bisa menggantikan semua jadwal memompa ASI yang rutin Bunda lakukan sehari-hari. Kalau Bunda mempunyai rutinitas memompa ASI setiap hari, tetap lakukan hal tersebut di luar power pumping.

“Lakukanlah power pumping saat akhir pekan atau saat ibu cuti bekerja,” jelasnya.

Senada dengan Meta, Anita Sadaty, MD, dokter kandungan-ginekolog bersertifikat dan pendiri Redefining Health Medical menjelaskan bahwa untuk melakukan power pumping, idealnya melakukan selama satu jam tanpa jeda, lakukan di lokasi yang membuat Bunda merasa nyaman dan rileks.

“Mungkin yang terbaik adalah mencoba melakukannya di pagi hari karena kebanyakan suplai ASI wanita lebih banyak di pagi hari daripada di malam hari. Namun, ini dapat dilakukan kapan saja sesuai keinginan Anda,” Sadaty menambahkan.

Untuk memberikan hasil yang maksimal, metode ini sebaiknya menggunakan pompa ASI listrik ganda dan bra menyusui yang membuat Bunda bebas menggunakan tangan, sehingga Bunda dapat bersantai. Jika tangan Bunda bebas, Bunda bisa relaks sambil menikmati camilan, membaca, mengoperasikan komputer, atau melakukan aktivitas tidak bergerak lainnya yang menyenangkan.

“Jika Anda menyusui, coba lakukan power pumping setelah sesi menyusui.”

Pada jam tersebut, lakukan teknik memompa selama 20 menit, istirahat selama 10 menit. Lanjutkan lagi dengan ritme yang sama, memompa selama 10 menit, istirahat selama 10 menit. Pompa selama 10 menit.

Beberapa Bunda ada yang melakukan power pumping dua kali sehari, tapi banyak juga yang sekali sehari. Selain itu, yang Bunda perlu diingat bahwa melakukan dua sesi power pumping yang panjang dalam satu hari dapat menguras mental dan fisik.

Ketahuilah bahwa tubuh setiap wanita berbeda. Bunda bisa saja merespons power pumping dengan cepat, sementara yang lain membutuhkan lebih banyak waktu.

“Setelah Anda melihat peningkatan pasokan, Anda dapat menghentikan sesi sampai Anda merasa membutuhkan dorongan lain,” kata Sadaty, dilansir Very Well Family.

Berikut tips sukses power pumping:

1. Lanjutkan selama satu jam penuh.

2. Minum banyak air.

3. Makan camilan lebih banyak untuk mendorong produksi ASI ekstra.

4. Apabila menggunakan pompa dengan tangan, cukup ganti sisi. Usahakan memompa empat kali di setiap sisi, selama 12 menit, diikuti dengan sesi 8 menit.

5. Jika Bunda menggendong bayi, pilihan lain adalah menyusui di satu sisi, sambil memompa di sisi lain.

6. Bersantailah sebanyak mungkin.

7. Tetap memompa bahkan jika tidak ada ASI yang keluar (pemompaan kering) karena tindakan pemompaan yang berkelanjutan akan menambah produksi ASI.

What is your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in:Menyusui