Parenting

7 Pelajaran Anak TK yang Bisa Bunda Ajarkan Sendiri di Rumah

Selama pandemi, pilihan bersekolah tatap muka memang belum bisa diwujudkan. Tak sedikit dari para Bunda memutuskan untuk menunda mendaftarkan anak-anaknya bersekolah.

Para Bunda pun akhirnya kreatif menciptakan ‘kurikulum’ rumahan yang bisa menjadi pelajaran di rumah bagi anak-anaknya. Terutama bagi buah hatinya yang memasuki usia pra sekolah atau level TK.

Ya, memberikan pembelajaran pada anak-anak usia TK tentu menjadi tantangan tersendiri ya, Bunda. Apalagi, dengan kondisi di rumah saja, tentu semuanya serba terbatas.

Jika biasanya Bunda terima beres memasukkan anaknya ke sekolah, tentu hal berbeda dirasakan ketika harus menjadi guru sendiri di rumah bagi anak-anak.

Nah, berbicara mengenai anak sekolah TK, pelajaran yang perlu Bunda pahami yakni bahwa anak-anak tersebut harus lebih dulu menyukai dan bersemangat tentang sekolah.

“Pengalaman belajar pertama anak akan menentukan sikap anak terhadap sekolah selama bertahun-tahun yang datang,” ujar Dorothy Strickland, seorang profesor dan peneliti di Rutgers University, seperti dikutip dari laman Washington Post.

Strickland menambahkan bahwa fokus utama pelajaran anak TK seharusnya berfokus pada pemecahan masalah, pengurutan, penalaran, dan lainnya.

Melansir Weareteachers, guru TK merupakan sekelompok orang-orang yang istimewa. Hanya sedikit dari mereka yang memiliki kemampuan mumpuni untuk mengatur siswa terkecil yang bergerak ke satu arah sekaligus.

Jadi, kalau Bunda memposisikan diri sebagai guru TK, tentunya dalam memberikan pembelajaran pun perlu bersikap layaknya guru TK di sekolah-sekolah.

Selain memperkenalkan pembelajaran, Bunda juga perlu mengenalkan pada anak-anak TK nilai-nilai sekolah dan menanamkan dalam diri mereka kecintaan belajar.

Berikut ini beberapa pelajaran anak TK yang bisa Bunda ajarkan di rumah:

1. Petualangan kecil

Sebagai permulaan, ajak anak-anak dalam petualangan kecil di rumah. Kemas pembelajaran dalam pengenalan rutinitas di rumah dalam bentuk petualangan singkat yang menarik. Misalnya saja dengan mencari barang di semua titik yang ada di rumah, mulai dari kamar mandi, kamar tidur, ruang makan, dan sebagainya. Ajak mereka berkeliling mencari secara bergiliran barang yang Bunda simpan dan biarkan mereka mengumpulkannya. Dijamin mereka akan menyukainya nih.

2. Pahami bahwa anak-anak juga memiliki ekspektasi

Saat hari pertama ke sekolah, anak-anak berharap dapat belajar membaca hari itu juga. Jadi, Bunda harus melakukan pembacaan dari buku-buku besar agar mereka tahu bahwa mereka sudah mulai belajar membaca. Bacalah buku tersebut berkali-kali agar mereka semakin paham dan membangun mood belajarnya.

3. Mulailah dari awal

Jangan berasumsi bahwa anak-anak tahu bagaimana melakukan sesuatu. Ajari mereka segalanya dari mulai bagaimana etika mengetuk pintu, bagaimana menutup pintu, bagaimana mencuci tangan, menaruh handuk, dan sebagainya.

4. Berikan aturan dan rutinitas yang jelas

Jangan mengkhawatirkan mengenai kurikulum ya, Bunda. Sebaiknya, Bunda fokus saja pada rutinitas dan aturan yang jelas. Bersenang-senanglah dan mainkan ragam permainan. Biarkan mereka melihat sisi permainan yang Bunda ajarkan. Tetapi, luangkan waktu juga untuk memberi tahu mereka apa yang diharapkan.

5. Buat anak-anak terus bergerak sepanjang hari

Rencanakan pelajaran atau kegiatan yang berlangsung tidak lebih dari 15 menit dengan beberapa jenis kegiatan gerak di antaranya. Seperti halnya menepuk pola atau kepala, bahu, lutut, dan jari kaki.

6. Gabungkan beberapa pembelajaran

Ajari anak-anak pengertian angka dan keterampilan motorik halus pada saat yang bersamaan. Anak-anak tentu akan senang menggunakan pelubang kertas dan pada saat yang sama akan meningkatkan indera mereka.
7. Beri isyarat visual

Memberikan isyarat visual dapat membantu anak-anak mengikuti arahan Bunda. Misalnya dengan meminta anak-anak berbaris di atas angka dan berbaris kurang dari 15 detik. Selain menunjukkan pada anak-anak cara berbaris, isyarat visual ini juga membantu mereka belajar mengenal angka.

Semoga informasinya membantu ya, Bunda.

What is your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in:Parenting