Menyusui

Cara Aman Menyimpan ASI di Cooler Bag agar Tidak Terkontaminasi

Cooler bag atau biasa disebut juga sebagai tas ASI, menjadi perangkat penting bagi Bunda menyusui yang biasanya aktif beraktivitas. Wadah ini pun menjadi sahabat setia untuk menampung ASI perah Bunda selama beraktivitas di luar rumah.

Menurut Kimberly Falatic, BSN, RNC-NIC, IBCLC, seorang konsultan laktasi bahwa prinsip dari penyimpanan ASI ialah jangan pernah menyia-nyiakan tetesan emas ASI yang begitu berharga.

“Dengan perencanaan yang tepat, Bunda dapat mencegah pemborosan ASI yang telah dipompa dan tetap menyehatkan bayi Bunda,” ujarnya seperti dikutip dari laman Todays Parent.

Falatic menambahkan, kantung pembeku ASI sesungguhnya paling baik segera disimpan di dalam freezer. Tetapi, bagi Bunda yang beraktivitas tentunya selama perjalanan memerlukan kotak pendingin seperti cooler bag untuk menampung ASI sebelum diletakkan di freezer di rumah.

Karenanya, sebaiknya Bunda memilih cooler bag yang tahan bocor dan tidak mudah rusak. Letakkan cooler bag dalam wadah yang kokoh sehingga ASI perah dapat tetap aman sebelum masuk freezer.

Kemudian, selalu beri label pada setiap wadah ASI dengan spidol permanen baik dari tanggal dan jumlah susu sebelum disimpan. Bunda pun dapat menggunakannya dari stok ASI perah yang masuk terlebih dahulu untuk menjaga persediaan ASI tetap segar.

Penyimpanan ASI memang sebaiknya dilakukan dengan benar ya, Bunda. Hal ini untuk menjaga keamanan dan kualitas ASI perah untuk kesehatan bayi Bunda. Perlu Bunda tahu bahwa berbagai faktor seperti volume susu, suhu ruangan saat susu diperah, fluktuasi suhu, serta kebersihan dapat memengaruhi berapa lama ASI perah dapat disimpan dengan aman.

Beberapa faktor tersebut perlu Bunda patuhi sehingga kualitas ASI yang Bunda simpan tidak terkontaminasi dan tetap memberikan nilai gizi yang maksimal ketika diberikan kepada buah hati ya, Bunda.

Untuk itu, pastikan Bunda mencuci tangan dengan baik menggunakan sabun dan air. Jika sabun tidak tersedia, gunakan pembersih tangan berbahan dasar alkohol yang mengandung setidaknya 60 persen alkohol. Kemudian, gunakan kantong ASI yang bersih dan tertutup rapat baik terbuat dari kaca atau plastik, seperti dikutip dari laman CDC.

Hal terbaik untuk penyimpanan ialah menyimpannya di dalam freezer. Jika Bunda menyimpannya sementara dalam cooler bag dalam perjalanan dari kantor ke rumah, ada baiknya gunakan cooler bag berinsulasi dengan ice pack beku. Dengan begitu, ASI perah Bunda dapat bertahan hingga 24 jam saat Bunda bepergian.

Meski demikian, jangan lupa untuk segera menyimpannya di lemari es atau freezer untuk dibekukan sesegera mungkin. Lakukan hal tersebut begitu Bunda tiba di tempat tujuan sehingga kualitas ASI tetap terjaga.

What is your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in:Menyusui

0 %