Parenting

Cara Mudah Hitung Kebutuhan Cairan Anak Saat Puasa Biar Nggak Lemas

Selama anak puasa Ramadhan, penting banget memenuhi kebutuhan cairan tubuhnya, Bunda. Cairan yang cukup dapat menjaga agar tubuh berenergi dan enggak gampang lemas.

Dokter spesialis anak, Dr. Mesty Ariotedjo, Sp.A, mengatakan bahwa cairan diperlukan untuk berbagai fungsi tubuh. Beberapa di antaranya adalah untuk proses metabolisme, fungsi pencernaan, sel, pengaturan suhu, pelarutan berbagai reaksi biokimia, pelumas, dan pengaturan elektrolit tubuh.

“Selain membutuhkan asupan nutrisi yang seimbang, puasa juga sangat membutuhkan asupan cairan yang mencukupi agar si Kecil terhindari dari dehidrasi,” kata Mesty, dalam Webinar dan Peluncuran Program BACA ‘Dukung Anak Hebat Berliterasi dengan Asupan Gizi Seimbang dan Pola Asuh Orang Tua’ bersama Danone Indonesia via Zoom, Jumat (23/4/21).

Cairan dapat diperoleh melalui makanan dan minuman, Bunda. Cairan dari minuman bisa didapatkan dari air putih, susu, atau jus buah. Sementara dari makanan bisa berasal dari sayur sup.

Memenuhi asupan cairan selama anak puasa penting karena mereka mudah mengalami dehidrasi. Meski begitu, mereka biasanya tidak menyadari saat merasa haus.

“Anak lebih mudah mengalami dehidrasi dibandingkan orang dewasa. Tapi, mereka memiliki sensibilitas rasa haus yang lebih rendah serta tidak dapat mengekspresikanya dengan baik. Inilah pentingnya memenuhi kebutuhan cairan mereka,” ujar Mesty.

Setiap tahapan usia anak ternyata memiliki kebutuhan akan cairan yang berbeda lho. Semakin besar usia anak, semakin banyak pula kebutuhan cairan yang diperlukan dalam sehari.
Berikut perkiraan kebutuhan cairan pada anak:

1. Usia 4-8 tahun memerlukan setidaknya 1.700 mililiter (ml) per hari.

2. Usia 9-13 tahun memerlukan 2.400 ml per hari pada anak laki-laki dan 2.100 ml per hari pada anak perempuan.

3. Usia 14-18 tahun tahun memerlukan 3.300 ml per hari pada anak laki-laki dan 2.300 ml per hari pada anak perempuan.

Metode mudah untuk memenuhi cairan yakni dengan memberikan 2 gelas air putih saat sahur, 4 gelas ketika berbuka puasa, dan 2 gelas sebelum tidur. Bila ini sulit, Bunda dapat memenuhi kebutuhannya dari makanan ya.

Lalu bagaimana ciri anak yang mengalami dehidrasi? Bagaimana juga cara menghitung kebutuhan cairan pada anak sesuai usianya?

Kebutuhan cairan anak saat puasa atau tidak puasa sama, Bunda. Meski begitu, kebutuhan ini berbeda di setiap usia anak. Berikut cara mudah menghitung kebutuhan cairan pada anak:

Misalnya berat badan anak adalah 35 kg, maka akan dihitung dengan rumus 100-50-20, yakni:

1. 100 ml/kg dikalikan 10 kg pertama berat anak
(100 x 10= 1.000)

2. 50 ml/kg dikalikan 10 kg kedua berat anak
(50 x 10= 500)

3. 20 ml/kg dikalikan 15 kg berat anak yang selajutnya.
(20 x 15= 300)

Jadi, pada anak dengan berat badan 35 kg akan membutuhkan cairan: 1.000 + 500 + 300 = 1.800 ml per hari.

Anak yang kekurangan cairan atau dehidrasi bisa mengalami tanda-tanda seperti terlihat lemas, lesu, pucat, dan mata cekung. Produksi urine juga akan berkurang dan berwarna kuning pekat. Si Kecil bahkan bisa berubah menjadi tidak responsif dan penurunan kesadaran.

What is your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in:Parenting

0 %