Menyusui

Daya Tahan ASI Perah Berdasarkan Tempat Penyimpanannya

Penyimpanan yang benar sangat berpengaruh pada daya tahan ASI perah secara keseluruhan, baik kualitas maupun rasa dan aromanya. Jadi, pastikan Bunda sudah menyimpan ASI perah dengan benar untuk tetap menjaga kualitasnya.

Bagi Bunda yang bekerja, memerah ASI menjadi sebuah rutinitas yang berharga. Di tengah kesibukan yang begitu padat, memompa ASI tetap dilakukan demi memenuhi kebutuhan gizi si kecil.

Namun sayangnya setelah memompa ASI, sebagian Bunda tidak melakukan penyimpanan dengan semestinya. Sehingga, daya tahan ASI pun jadi kurang maksimal. Ini tentu saja disayangkan ya, Bunda. Sebab, kualitas ASI yang Bunda berikan kepada si kecil tentunya jadi kurang maksimal juga.

“Sangat penting untuk menyimpan dan menggunakannya dengan benar agar menghindari kontaminasi atau pembusukan,” ujar Carrie Pawlowski, RN, konsultan laktasi di Michigan Medicine, seperti dikutip dari laman Uofmhealth.
Banner tanaman hias pembawa hoki.Banner tanaman hias pembawa hoki./ Foto: Mia Kurnia Sari

Pawlowski mengatakan, daya tahan ASI bertahan aman 6 sampai 8 jam di suhu kamar hingga 77 derajat. Namun, perlu diingat bahwa hal paling aman dilakukan yakni segera mendinginkan susu usai Bunda memompanya. Jika tidak bisa, usahakan agar wadah tetap dingin dengan menutupnya menggunakan handuk dingin atau bantuan ice cooler.

Saat menyimpan ASIP di lemari es, sebaiknya selalu berupaya untuk mempertahankan suhu pada 39 derajat dan meletakkan botol di bagian belakang agar tetap menjaganya sedingin mungkin.

Ingat ya, Bunda, bayi yang sehat dan cukup bulan harus menggunakan susu yang didinginkan dalam lima hari. Sementara untuk bayi prematur atau bayi yang dirawat di rumah sakit harus mengonsumsinya dalam waktu 48 jam.

Melansir Very Wel Family, daya tahan ASI yang baru dipompa dapat bertahan sekira 4 jam ya, Bunda. Sementara ASI beku yang dicairkan di lemari es tetapi belum dihangatkan dapat bertahan hingga 4 jam. Dan, ASI yang sebelumnya disimpan di lemari es juga dapat bertahan selama 4 jam.

Perlu Bunda ingat bahwa bakteri ada di mana-mana ya, Bunda. Bisa ada di tangan, di kulit sekitar payudara, di bagian pompa payudara dan lainnya. Saat Bunda memompa ASI, beberapa bakteri berpotensi masuk ke dalam ASI.

Karenanya, sangat penting menjaga kebersihan dan menjalani prosedur penyimpanan dengan benar untuk menjaga daya tahan ASI secara maksimal. Dengan melakukan penyimpanan yang benar dan aman, sejumlah kecil bakteri tersebut tidak akan membahayakan anak yang sehat dan cukup bulan.

Apalagi, ASI mengandung sifat anti-bakteri dan kekebalan yang dapat mencegah bakteri tumbuh di dalamnya selama berjam-jam. Namun, semakin lama dibiarkan, semakin banyak waktu bakteri terus berkembang biak.

Penting sekali menjaga suhu yang memainkan peran penting dalam pertumbuhan bakteri. Semakin tinggi suhu ruangan, semakin cepat bakteri dapat berkembang biak. Agar aman, idealnya Bunda dapat menggunakan ASI dalam suhu ruangan sesegera mungkin atau maksimal hingga 4 jam.

Pusat pengendalian dan pencegahan penyakit serta Academy of Breastfeeding Medicine merekomendasikan bahwa ASI tidak boleh berada di luar suhu kamar selama lebih dari 4 jam. Jika lebih dari 4 jam dikhawatirkan risiko bakteri akan membahayakan anak-anak. Salah satunya, perkembangan bakteri yang terjadi dalam ASI yang dibiarkan pada suhu kamar dapat membuat anak-anak berisiko lebih tinggi terkena infeksi.

Jadi, pastikan menyimpan dengan benar agar daya tahan ASI tetap terjaga ya, Bunda. Tetap semangat mengASIhi Bunda.

 

What is your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in:Menyusui