Kehamilan

Obat Diare Alami untuk Ibu Hamil, Jahe hingga Kaldu Ayam

Obat Diare Alami untuk Ibu Hamil, Gangguan pencernaan sering terjadi selama masa kehamilan. Salah satunya adalah diare atau sering buang air besar (BAB).

Diare dapat mengganggu aktivitas dan bikin Bunda enggak nyaman nih. Kondisi ini umumnya terjadi di awal kehamilan.

Menurut dokter spesialis kandungan dan kebidanan, Meredith Shur, MD, Beberapa wanita sering menganggap diare sebagai tanda kehamilan. Meski begitu, tanda ini termasuk jarang terjadi dibandingkan mual atau muntah.

“Memang benar bahwa perubahan hormon selama proses pembuahan dapat menyebabkan masalah perut seperti diare,” kata Shur, dilansir Very Well Family.

Selain di awal kehamilan, diare juga bisa terjadi menjelang proses persalinan, Bunda. Kondisi ini bisanya merupakan pertanda bahwa waktu persalinan semakin dekat.

“Beberapa wanita melaporkan diare, mulas, mual, dan muntah tepat sebelum mereka melahirkan,” ujar Shur.
Penyebab diare saat kehamilan

Diare saat hamil dapat terjadi karena beberapa kondisi, yakni:

1. Perubahan tubuh

Bunda akan mengalami perubahan hormon di tubuh selama kehamilan. Kondisi ini dapat memengaruhi perut dan saluran pencernaan, sehingga menyebabkan mual dan muntah.

Selain itu, hormon dapat membuat sistem pencernaan melambat dan menyebabkan sembelit. Sebaliknya, hormon juga bisa mempercepat kerja sistem pencernaan dan bikin diare.

2. Diet

Diet selama kehamilan dapat menyebabkan masalah pencernaan. Apalagi, bila Bunda memutuskan untuk mengonsumsi makanan tinggi serat secara berlebihan.

Sebaiknya beri tubuh waktu untuk menyesuaikan kebutuhan asupan makanan selama hamil. Perhatikan keseimbangan nutrisi yang masuk ke tubuh agar tidak terjadi diare.

3. Vitamin prenatal

Beberapa vitamin prenatal dapat menyebabkan perut sakit dan diare. Jika Bunda merasa mengalami gejala diare, maka segera konsultasi ke dokter. Bisa saja Bunda enggak cocok dengan vitamin prenatal yang sedang dikonsumsi.

Vitamin prenatal mengandung zat besi dan asam folat yang tinggi. Kedua kandungan ini ternyata bisa mengiritasi perut dan menyebabkan diare.

4. Sensitif terhadap makanan

Selama hamil, Bunda bisa merasa sensitif atau peka terhadap suatu makanan. Makanan yang dulu tidak pernah mengganggu saluran cerna, saat hamil bisa saja menyebabkan diare.

Di luar kehamilan, diare dapat terjadi karena banyak hal. Misalnya, penyakit celiac, terpapar virus atau bakteri, dan penggunaan antibiotik.

5. Stres

Stres saat hamil dapat menyebabkan beragam reaksi pada tubuh, termasuk menyebabkan diare. Pencernaan manusia dikendalikan oleh sistem saraf untuk menghentikan aliran darah, menstimulasi otot-otot pencernaan, dan menurunkan sekresi yang dibutuhkan sistem pencernaan.
Ibu Hamil Minum Air PutihIbu Hamil Minum Air Putih/ Foto: iStock

Obat alami diare

Diare selama kehamilan dapat diatasi dengan minum obat yang diresepkan dokter. Selain itu, Bunda juga dapat mengatasinya dengan obat alami diare selama hamil:

1. Oralit

Oralit adalah tata laksana penanganan diare untuk segala usia. Penggunaannya selama hamil masih aman, namun sebaiknya konsultasikan ke dokter ya.

Oralit mampu menggantikan cairan tubuh (elektrolit) yang hilang akibat diare. Kehilangan terlalu banyak cairan dapat menyebabkan dehidrasi.

Selain elektrolit, oralit juga mengandung mineral yang berfungsi mengatasi diare. Efek penggunaan obat ini biasanya cepat bereaksi dibandingkan Bunda hanya minum air saja.

2. Air putih

Tubuh perlu terhidrasi bila Bunda mengalami diare saat hamil. Buang air besar bisa membuat banyak cairan tubuh terbuang dan perlu digantikan dengan air putih.

Dehidrasi pada wanita hamil dapat terjadi dengan cepat dan berubah menjadi serius. Meski tidak mengalami diare, Bunda tetap membutuhkan banyak cairan.

Selama kehamilan, Bunda disarankan konsumsi air putih setidaknya 2,5 liter per hari. Cairan yang cukup dibutuhkan janin untuk berkembang dengan baik sampai dia lahir.

3. Konsumsi probiotik

Probiotik adalah mikroorganisme hidup yang baik untuk kesehatan saluran cerna. Konsumsi probiotik aman selama masa kehamilan, Bunda.

“Probiotik aman dan sehat dikonsumsi dalam bentuk makanan atau suplemen selama masa kehamilan,” kata Ryann Kipping RDN, penulis The Feel-Good Pregnancy Cookbook, dilansir Insider.

Jika Bunda memilih suplemen, maka pastikan telah teruji aman dan asli ya. Jangan lupa konsultasikan dulu ke dokter.

Probiotik dapat melindungi tubuh dari patogen, mendukung sistem kekebalan tubuh, mengembalikan keseimbangan bakteri di usus, dan mencerna makanan dengan baik. Selain suplemen, probiotik bisa didapatkan dari makanan seperti yogurt, acar sayuran, atau susu kefir.

4. Diet BRAT

BRAT (Bananas, Rice, Applesauce, Toast) adalah pola makan yang terdiri dari pisang, nasi, apel, dan roti panggang. Jenis makanan ini mudah dicerna dan mampu meringankan rasa tidak nyaman di perut karena diare.

Diet BRAT didasarkan pada fakta bahwa beberapa jenis makanan ini mudah dicerna oleh kebanyakan orang. BRAT rendah protein, lemak dan serat, sehingga tidak disarankan untuk konsumsi jangka panjang.

Saat diare, Bunda dapat menerapkan pola makan ini disertai makanan lain yang bernutrisi ya. Sifat diet BRAT adalah rendah serat sehingga mampu mengencangkan feses. Kandungan potasium di pisang juga dikenal bisa mengatasi diare.

5. Air jahe

Air jahe dipercaya dapat menghangatkan perut dan mengatasi masalah pencernaan, seperti diare. Jahe juga memiliki sifat anti-inflamasi, analgesik, dan anti-bakteri yang membantu proses penyembuhan penyakit perut.

Selain itu, air jahe juga memiliki efek antioksidan yang bikin perut nyaman. Minum air jahe bahkan dapat membantu menghidrasi tubuh dan menggantikan cairan yang hilang selama diare.

6. Kaldu ayam

Saat mengalami diare, Bunda akan kehilangan cairan bersama dengan garam dan mineral lain. Padalah, semua kandungan itu dapat menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh. Sup berbahan dasar kaldu ayam bisa dikonsumsi untuk mengganti cairan tubuh yang hilang ini.

7. Kentang dan ubi

Makanan ‘hambar’ seperti kentang dan ubi bisa dikonsumsi sebagai obat alami diare. Kedua bahan makanan ini mengandung tinggi potasium atau kalium lho, Bunda.

Kalium merupakan elemen penting yang dibutuhkan tubuh dan sebagian besar hilang saat seseorang mengalami diare. Jika Bunda kekurangan kalium selama hamil, maka tubuh bisa menjadi lemas.

Di dalam ubi juga mengandung banyak vitamin yang baik untuk kesehatan saluran cerna, seperti vitamin A. Vitamin ini mampu melindungi dinding saluran pencernaan dari bakteri.

What is your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in:Kehamilan