Parenting

Pekan Imunisasi Dunia, Kemenkes Targetkan Kejar Ketertinggalan Vaksin Anak

Jakarta –

Pekan Imunisasi Dunia jatuh pada pekan terakhir di bulan April yaitu 24 April-30 April, Bunda. Pekan ini meningkatkan kesadaran masyarakat pentingnya vaksinasi atau imunisasi. Mengingat tahun ini, dunia masih dilanda pandemi, maka vaksinasi menjadi begitu penting, Bunda.

Prof. Dr. dr. Sri Rezeki Hadinegoro, Sp.A(K) mengatakan bahwa dalam memperingati Pekan Imunisasi Dunia, saatnya kita mengintropeksi diri kita untuk punya komitmen mendapat dan memberikan imunisasi pada anak dalam waktu yang sulit.

“Kita berterimakasih pada Edward Jenner, Louis Pasteur, Jonas Salk, dan Albert Sabin. Edward Jenner menemukan vaksin varicella, Profesor Salk menemukan vaksin polio,” kata Prof Sri dalam Konferensi Pers Virtual – Pekan Imunisasi Dunia “Pentingnya Vaksinasi di Era COVID-19” #LindungikuLindungimu via Zoom, Jumat (23/4/2021).

Menurut Sri, imunisasi adalah upaya efektif melindungi anak dari penyakit infeksi melalui pemberian vaksin. Imunisasi bukan hanya melindung diri sendiri, tapi juga melindungi lingkungan sekitar.

“Contohnya seperti serangan mikroorganisme yaitu serangan virus bakteri yang menyebabkan infeksi. Dari ini kita meniru bagaimana mereka menyerang tubuh, yang kemudian dikenal sebagai imunisasi,” ujarnya.

Cara kerja vaksin bekerja spesifik. Ketika seseorang sudah punya antibodi maka sistem pertahanan tubuh akan melawan. Vaksinasi juga penting karena akan memutus rantai penularan.

Prof Sri yang juga menjabat sebagai Kepala Kelompok Penasihat Teknis Indonesia untuk Imunisasi (ITAGI) menjelaskan bahwa anak yang telah divaksin akan melindungi dirinya dan melindungi bayi lain yang tak bisa menerima. Itulah yang disebut herd immunity.

Prof Sri menjelaskan bahwa anak yang telah divaksin akan melindungi dirinya dan melindungi bayi lain yang tak bisa menerima. Itulah yang disebut herd immunity. Penting orang tua untuk memberi imunisasi pada anaknya karena jika anak sakit maka memiliki dampak biaya pengobatan.

“Mungkin perlu rawat inap, orang tua kehilangan waktu kerja, bahkan dapat berakibat kematian dini,” kata Prof Sri.

Ia juga menyebut, vaksin mencegah lebih dari 30 penyakit, mencegah 2-3 juta kematian, mencegah dan mengontrol Kejadian Luar Biasa (KLB), dan sebagai global health security, serta upaya utama dalam mencegah resistensi antibiotik.

“Jangan sampai ada vaksin yang dilewatkan anak. Dalam Kemenkes, ada imunisasi program dan pilihan. Untuk imunisasi program sangat-sangat penting karena memiliki cakupan tinggi agar penyakit bisa terkendali,” kata Prof Sri.

“Jangan heran bayi imunisasi 1 bulan, karena antibodi mereka bisa memori bagaimana melawan penyakit,” ungkapnya.

Prof Sri mengatakan sangat penting untuk vaksinasi anak di era pandemi COVID-19 karena kalau cakupan vaksinasi itu turun yang bahaya sekali terutama polio, campak, dan difteri.

Di kesempatan yang sama, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung, Kementerian Kesehatan RI dr. Siti Nadia Tarmizi, M. Epid mengatakan bahwa cakupan imunisasi di 2020 menurun. Untuk itu, di 2021 ini harus kita kejar bersama, Bunda.

Siti menampilkan data yang diperoleh di 2020, menunjukkan bahwa secara nasional, target imunisasi anak 95 persen secara nasional itu tidak tercapai. Selain itu, data lain menunjukkan bahwa ada 786 ribu lebih anak Indonesia belum mendapatkan imunisasi dasar lengkap tahun 2020, bisa berpotensi KLB.

“Ini jadi PR kita, mengingatkan vaksinasi ini harus dilakukan dan dikejar di 2021. Selain kita harus vaksinasi COVID-19 dewasa, nanti harus kejar untuk anak-anak. Pekan imunisasi sedunia mengejar ketertinggalan kita untuk melindungi anak melalui vaksinasi,” ujar Nadia.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) juga memberikan rekomendasi terkait vaksinasi anak di masa pandemi. Cek di halaman berikut ya, Bunda.

Prof Sri memaparkan rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) terkait vaksinasi anak di masa pandemi. Berikut isinya:

– Imunisasi dasar penting bagi bayi dan anak sampai umur 18 bulan untuk melindungi dari berbagai penyakit berbahaya yang telah berjalan selama ini.

– Apabila banyak bayi dan balita yang tidak mendapat imunisasi dasar lengkap kelak dapat terjadi wabah berbagai penyakit lain yang akan mengakibatkan banyak anak sakit bera, cacat, atau meninggal.

– Oleh karena itu, layanan imunisasi dasar harus tetap diberikan di Puskesmas, praktik pribadi dokter, atau rumah sakit.

– Pada wilayah dengan penularan luas COVID-19, jika tidak memungkinkan imunisasi dapat ditunda 1 bulan, namun segera diberikan bila situasi memungkinkan.

What is your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in:Parenting